Sebelumnya izinkan saya yang akan menampilkan sedikit diskusi yang pendek tentang tingkat temperatur rata Elektromotor yang biasa dipakai, untuk penggerak dari beberapa peralatan yang dipakai dalam Industri.
Hal ini sangat penting, untuk mengurangi kesalah pahaman tentang berapa tingkat temperatur yang aman untuk motor agar praktisi maupun peninjau dapat mengerti akan hal ini .
Beberapa kasus kerusakan motor yang disebabkan ketidak tahuan tentang tingkat temperatur Motor dapat dikurangi apabila kita mengenal kondisi peralatan yang dipakai,
Temperatur motor atau tingkat suhu yang terdapat pada motor biasanya selalu di rasakan dengan menempelkan tangan kepermukaan dinding motor, yang mana apabila sdh tdk wajar adalah ketika tangan kita merespons dengan cepat untuk melepaskan dari permukaan yang panas.tapi apakah kita tahu bahwa ini semua sangat berkaitan dengan beberapa faktor yaitu:
Temperatur Ambient , tingkat suhu udara di sekitarnya yang mempengaruhi tingkat temperatur benda dalam ruangan itu. dalam hal ini adalah temperatur yang terjadi ketika motor dalam kondisi On lalu di matikan hingga kembali temperatur motor setara dengan temperatur udara sekitar.
Kenaikan Temperatur Motor dapat diartikan adalah temperatur yang terjadi dari kondisi motor off hinga start dan mencapai tingkat temperatur puncak pada beban penuh sehingga terjadi selisih dengan temperatur awal .
Titik panas yang diijinkan. ketika pengukuran kenaikan temperatur dilakukan sesaat motor mulai bekerja terjadi tahanan panas akibat faktor belitan yang mempengaruhi kenaikan suhu motor. kenikan suhu motor pada belitan terjadi pada logam tembaga dan inti stator tang dipasangkan hingga kedasar dari kulit motor. kenaikan temperatur tersebut dapat di ukur melalui titik mana saja yang paling maximal kenaikannya sehingga ini disebut titik panas yang diizinkan ( Hot spot Allowance).
Kelas Insulasi , adalah tingkat tahanan panas yang dapat merusak dan membuat usia pakai motor menjadi pendek. terdapat 4 tingkatan tahanan panas yaitu :
Insulasi kelas A untuk kenaikan tempertur hingga 105 Derajat Celcius.
Insulasi Kelas B untuk kenaikan temperatur hingga 130 Derajat Celcius
Insulasi Kelas F untuk kenaikan Temperatur hingga 130 derajat Celcius
Insulasi Kelas H untuk kenaikan Tempertatur hingga 180 derajat Celcius.
sehingga secara definisi umum maximum temperatur insulasi dapat bekerja hingga 20000 jam .
sistem insulasi memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya .terdapat beberapa komponen insulasi dalam motor listrik yaitu, sirlak, enamel yang melapisi kawat tembaga, bagaikan pembungkus kabel yang merupakan sistem saling berikatan satu dengan lainya pada belitan stator ini. Batang isolator digunakan pada penutup kawat tembaga ditiap alurnya. pernis digunakan terakhir untuk melapisi belitan secara keseluruhan menjadi suatu yang utuh dan mencegah terhadap getaran, dan kebocoran arus ketika gaya magnet timbul pada motor. Apabila dari salah satu komponen insulator diatas menggunakan kelas B sedangkan kelas motor adalah F dan H maka kelas motor diatas adalah kelas B.
Suhu Permukaan Motor tidak pernah melebihi dari temperatur dalam dalam motor walaupun sangat bergantung dengan pendinginan fan motor dan vetilasi ruangan . Pada saat ini motor yang modern mampu bertahan dalam suhu yang extrim dan sangat tdk dapat disentuh oleh tangan. dengan tempertur 75 hingga 95 derajat celcius. khususnya pada model Frame T . temperatur ini tidak dapat dijadikan indikator dalam penggunaan batas temparatur pada komponen Overload .
Faktor Lainya adalah sangat terkait dengan kelembababn , kimia, minyak pertumbuhan jamur, partikel pengikis lainya dan keausan Mekanis yang disebabkan oleh seringnya start stop motor.
Dengan demikian untuk motor kelas A temperatur kenaikan yang diizinkan adalah 70 Derajat Celcius.
Kelas B temperatir kenaikan yang dizinkan adalah 90 Derajat Celcius
Kelas F temperatur kenaikanya yang diizinkan adalah 115 Derajat Celcius .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar